Sera mengamati perubahan raut wajah Rendra setelah pria itu menurunkan ponsel dari telinganya. "Ada apa, Mas?" tanya Sera lembut, ikut menegakkan posisi duduknya di atas ranjang. Rendra menghela napas pendek, menaruh ponselnya kembali ke atas nakas. "Sofia ingin mengeluarkan pernyataan resmi tentang kondisiku malam ini. Dia mengancam Evan akan merilis draf yang dia buat sendiri kalau aku tidak memberikan respons segera." Sera tersentak, matanya membulat. "Kalau begitu Mas Rendra urus dulu masalah ini," ucap Sera cepat tanpa ragu. Rendra tidak langsung menjawab. Ia hanya diam menatap Sera, tampak enggan membagi fokusnya yang malam ini sepenuhnya ingin ia curahkan untuk gadis itu. Melihat keraguan di mata suaminya, Sera mengulas senyum tipis, lalu menggenggam jemari Rendra. "Sudahlah, Mas. Bagaimanapun juga, Mas itu seorang presiden. Urusi dulu masalah itu," bujuk Sera meyakinkan. "Aku akan menunggu di sini. Lagipula, kita masih punya waktu satu hari penuh besok." Rendra ta
Last Updated : 2026-05-16 Read more