"Tentu saja," jawab Rendra mantap tanpa ada nada ragu sedikit pun di suaranya. Alisnya terangkat sebelah, mengamati raut wajah Sera yang masih tegang. "Kenapa? Apa kamu tidak menginginkannya?"Sera terdiam. Tatapannya tertunduk ke arah seprai ranjang, jari-jemarinya tanpa sadar saling bertaut di atas pangkuan.Rendra memperhatikan gerak-gerik itu dalam diam. Pria itu sedikit memiringkan kepala, seolah bisa membaca gundah dan keraguan yang tertahan di balik kebungkaman sang istri."Aku masih ingin mengambil kuliah spesialis, Mas," ungkap Sera lirih. Ia mengangkat wajahnya perlahan, mencoba membaca ekspresi Rendra. "Tapi kalau memang hasilnya nanti aku hamil, aku juga sama sekali tidak masalah."Rendra mengulurkan tangan kanannya. Telapak tangannya yang hangat menempel di pipi Sera, ibu jarinya mengusap lembut tulang pipi wanita itu. "Kita jalani saja semuanya," ucap Rendra tenang, nada bicaranya begitu menenangkan. "Aku akan selalu ada untukmu, bagaimanapun situasinya nanti."Sentuhan
Last Updated : 2026-10-04 Read more