Pagi harinya di Rumah Sakit Narita, suasana koridor poli rawat jalan mulai dipadati pasien yang mengantre. Sera melangkah menyusuri lorong dengan jas dokter putih yang tersampir rapi, memegang map rekam medis di tangannya. Begitu berbelok menuju ruang dokter koas, ia melihat Erika sedang duduk di depan meja kerja seraya mengetuk-ngetukkan pulpennya ke permukaan meja dengan gelisah.Sera mendorong pintu kaca pelan-pelan, lalu menarik kursi di sebelah sahabatnya. "Pagi, Erika. Tumben sekali kamu melamun sepagi ini?"Erika tersentak kaget, menoleh cepat seraya menghela napas panjang. "Sera, kepalaku rasanya mau meledak sejak bangun tidur tadi."Sera meletakkan mapnya, menatap lekat paras Erika. "Soal keluarga Raja lagi?"Erika mengangguk lemah, bahunya merosot ke sandaran kursi. "Papaku tadi pagi menegaskan lagi kalau keluarga Raja bakal datang membicarakan lamaran itu. Aku sudah tidak bisa menunda-nunda lagi, Sera. Makanya sore nanti, sepulang dinas dari sini, aku berniat membawa Deo la
Last Updated : 2026-10-19 Read more