"Jangan takut, Clara. Selama aku masih berdiri di sini, nggak akan ada satu pun peluru atau tangan kotor mereka yang bisa menyentuhmu atau warga desa," ucap Tresna. Suaranya rendah, namun terdengar begitu mutlak dan mengunci keyakinan.Clara menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekat milik Tresna. Di tengah kepungan aparat, kehadiran pria bertubuh tegap ini justru menjadi tempat paling aman baginya. Sikap tenang dan perlindungan penuh yang diberikan Tresna membuat rasa takut Clara menguap, digantikan oleh rasa percaya yang begitu besar."Aku percaya kamu, Mas. Sepenuhnya," sahut Clara sambil membalas genggaman tangan pria itu.Di luar rumah joglo, Wakil Bupati melihat jam tangannya dengan seringai yang semakin lebar."Waktu kalian sudah habis, orang-orang Sukamaju!" teriaknya lagi lewat megafon, memecah keheningan. "Tiga puluh menit berlalu! Komandan! Eksekusi sekarang! Hancurkan gerbangnya!""Pasukan, bersiap! Dorong barikade depan!" perintah komandan Brimob dari luar.Hantaman ke
آخر تحديث : 2026-07-18 اقرأ المزيد