"Terima kasih, Mas Tresna. Kalau bukan karena kamu, martabat desa ini sudah habis diinjak-injak.""Sudah kewajibanku menjaga desa ini dan orang-orang di dalamnya," balas Tresna tegas.Silvi yang sejak tadi memegang cangkir tanah liat ikut mendekat dengan tangan yang masih sedikit gemetar. "Mas... minum dulu. Tubuhmu pasti capek banget," bisiknya halus.Tresna menerima cangkir tanah liat itu dengan ukiran senyum tipis, menatap wajah ketiga wanita di depannya satu per satu.Linda yang tegar melindungi desa, Silvi yang lembut dan penuh perhatian, serta Clara dokter cantik dari kota, wanita yang kini masih memeluk pinggangnya dengan erat. Desa Sukamaju telah selamat, dan keserakahan orang-orang pemerintahan berhasil ditumbangkan."Semuanya sudah selesai," bisik Tresna pelan sambil menatap lurus ke arah jalan luar desa yang kini gelap dan lengang."Ayo masuk, Mas. Badanmu basah kuyup begini, nanti bisa sakit," ajak Clara halus. Jemarinya menyusup di antara jemari besar Tresna, menggenggamn
آخر تحديث : 2026-07-21 اقرأ المزيد