Menjelang waktu magrib, kegelisahan aneh mendadak melanda Amara di ruang keluarga lantai bawah. Nyonya muda ini berguling pelan di atas sofa panjang sembari merengek manja tiada henti.Duduk menemani putri tunggalnya, Bu Ratih seketika dilanda kepanikan luar biasa. Wanita paruh baya itu mengelus sayang lengan anaknya dengan tangan gemetar. Wajah keibuannya berkerut cemas melihat sang ibu hamil terus-menerus memegangi perut buncit tersebut."Perutmu kram lagi, Sayang? Biar Mama panggilkan Dokter Adrian ke bawah," tawar Bu Ratih bersiap melambaikan tangan memanggil pelayan."Ngga usah, Ma. Perutku ngga sakit sama sekali kok, cuma dedek bayinya tiba-tiba rewel banget minta sesuatu," tahan Amara menarik ujung selendang mahal ibunya perlahan.Menghela napas lega, nyonya besar ini kembali mendudukkan tubuhnya merapat. "Syukurlah kalau janinmu ngga kenapa-napa. Cucu kesayangan Mama ini lagi ngidam pengen makan apa rupanya?"Bibir ranum perempuan ayu itu m
Read more