Di tengah penyergapan itu, baik Alex maupun Isabella sempat panik. Namun, sebagai seorang komandan perang tertinggi, Alex langsung bersikap defensif, waspada. Ia menggenggam hulu pedang dengan erat, bersiap melawan musuh yang menerjangnya. Suaranya terdengar tegas. “Kau tetap di sini, Bella.” Isabella Mengangguk. Padahal aslinya ia gatal ingin melihat keluar. Satu nama yang ia ingat adalah Ethan. Ia harus melindungi anak itu. Sebuah pemikiran liar melintas di kepalanya, pasti mereka sedang memburu Ethan. Ethan adalah saksi hidup yang akan bisa membongkar kejahatan besar di Kerajaan Ashmond. Isabella memang menguasai bela diri boxing, tetapi musuh di luar kereta menggunakan senjata pedang untuk menyerang mereka. Jika ia turun dan ikut melawan mereka, tidak akan seimbang. Dan, jika pangeran tahu kemampuannya, dia pasti curiga dan berspekulasi yang tidak-tidak tentang dirinya. Tentu saja, hal ini akan membuat segalanya semakin rumit. Posisi Isabella semakin terjepit. Suara denting ba
続きを読む