“Dansa?” suara Alex terdengar serak, hampir seperti tawa yang getir. “Istriku baru saja dibuang ke tempat terkutuk, dan Ayah ingin aku menari di pesta?”“Ini bukan permintaan, Alex, tapi perintah takhta,” balas Cecilia dingin. “Jika kau tidak muncul, kau tahu sendiri apa risikonya bagi para pelayan Isabella yang masih berada di bawah pengawasan Raja.”Alex berdiri dengan gerakan yang sangat lambat, memancarkan aura ancaman yang mengerikan. Ia melirik pedangnya, lalu melirik ke arah gerbang istana tempat Isabella pergi. Dengan hati yang remuk dan martabat yang dipaksa tunduk, ia melangkah melewati Cecilia tanpa sepatah kata pun menuju panggung sandiwara yang ia benci, sementara pikirannya terbang jauh ke Kastil Utara yang sunyi.Ketika ia memasuki balairung istana, wanita yang ingin ia hindari muncul di hadapannya sembari melayangkan senyuman manis seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.“Alex,” panggilnya dengan suara yang mendayu-dayu. Ia menghampiri suaminya yang masih berdir
続きを読む