Bab 24“Pangeran apa yang kaubicarakan selarut ini?” tanya Isabella spontan dengan tatapan menuduh.Alex mendengus kasar, menyadari kesalahpahaman ini. “Bukankah kau terluka karena air panas?”Isabella terdiam sesaat. Ia meringis, menutupi kegugupannya. Kenapa juga Alex hanya menyebutkan bagian paha. Toh, tangannya juga kena. “Um, ya,”“Aku akan oleskan obat mujarab pemberian Ayahanda.” Alex melanjutkan. Suaranya datar akan tetapi terdengar penuh penekanan. “Mana tanganmu?”Isabella mengulurkan tangannya. Perlahan, Alex membuka perban yang membebat ke dua tangannya lalu mengolesinya dengan salep yang dibawanya. Setelah selesai, ia menambahkan. “Buka, sekarang!” titahnya tak memberi ruang membantah. Pasalnya, Isabella hanya terdiam dengan wajah yang bingung. Tentu saja, ia merasa malu jika harus memperlihatkan bagian tubuhnya. “Atau kau lebih suka aku merobek gaunmu?”Isabella bersuara, “Tidak usah Yang Mulia. Biar aku yang lakukan.”Tatapan Alex semakin tajam. “Um, maksudku, biarkan
Read more