Isabella duduk di atas kursi dengan perasaan kalang kabut. Hampir saja … malam yang tak diharapkan itu terjadi. Malam ‘transaksi rahim’.Ia menegak teh panas herbal miliknya dengan rakus, beberapa kali sembari tatapannya terpacak pada suaminya yang terbaring di atas ranjangnya. Pria itu mabuk. Ia meneguk anggur berlebihan. Alhasil, kini ia terkapar tak berdaya di atas ranjang. Tak seperti biasanya, penampilannya rapi. Ia terlihat seperti seorang anak kecil yang seharian main di taman. Jubahnya tersingkap memperlihatkan dadanya yang hanya mengenakan atasan polos berwarna putih yang memamerkan otot-otot di tubuhnya. Hatinya mencelos melihat sosok pangeran yang biasanya tampak garang dan kharismatik kini seperti seorang pemuda yang tengah frustrasi. “Kau marah karena egomu, Alex,” gumam Isabella dengan decakan pelan. “Benar-benar, pola pikir yang amazing dan fantastis, Alex,”Karena merasa tak tega, ia berjalan mendekatinya. Dilepaslah sepatunya satu per satu. Rasanya, pasti tidak nya
閱讀更多