“Janganlah kau mengira bahwa kau dapat menentukan arah jalannya cinta, karena cintalah yang akan menentukan arah jalannya bagimu, jika ia mendapatimu layak baginya.” Kahlil Gibran. ...Sementara itu, di paviliun Honeysuckle yang sunyi, malam itu Isabella mengerang pelan menahan rasa sakit di kakinya. Awalnya, kakinya tidak terlalu sakit meski mengalami luka terbuka. Namun, ternyata beberapa hari kemudian, luka itu membengkak hebat, berwarna keunguan dan berdenyut nyeri. Padahal sudah diobati oleh ramuan racikannya dan tabib juga. Setiap inci pergerakannya terasa seperti ditusuk ribuan jarum. Namun, di balik rasa sakit yang menjalari kakinya, senyum tipis tersungging di wajahnya. Wajah pria arogan dengan ego setinggi menara tiba-tiba melintas di kepalanya. Alex, setidaknya zirah itu sudah melindungimu. Kau akan pulang dengan selamat. Dan, pasukanmu tidak kelaparan karena kekurangan logistik.Namun ketika ia hendak memejamkan mata, suara ringkik kuda terdengar berisik. Perasaan Is
閱讀更多