Waktu sudah menunjuk pukul tujuh pagi. Aruna membuka matanya perlahan, merasakan perih yang samar di sudut bibir dan pegal yang menjalar di sekujur tubuhnya. Saat ia mencoba menarik napas, ia menyadari tubuhnya masih polos di bawah selimut sutra berwarna abu-abu gelap.Ia menoleh ke sisi kanan ranjang. Kosong. Bantal di sampingnya masih menyisakan cekungan bekas kepala Max, namun pria itu sudah tidak ada. Aruna memejamkan mata sejenak, memori tentang malam sebelumnya menghantamnya seperti ombak, dominasi Max, tangisannya yang tenggelam dalam desahan, dan klaim kepemilikan yang begitu absolut.Ia merasa hancur, namun ada kebingungan yang lebih dalam; tubuhnya masih mengingat panas sentuhan Max seolah-olah itu adalah candu yang berbahaya.Lamat-lamat, indra penciumannya menangkap aroma yang sangat kontras dengan ketegangan semalam. Bau mentega yang gurih, roti panggang, dan aroma kopi arabica yang kuat merayap masuk ke dalam kamar.Aruna bangkit dengan susah payah, melilitkan bathrobe s
Última actualización : 2026-02-13 Leer más