Pagi itu, lobi kantor Kendrick Corp terasa lebih dingin dari biasanya. Aruna melangkah terburu-buru menuju lift, jemarinya bergetar saat memegang tumpukan map berisi materi rapat dewan direksi.Ia sengaja mengenakan scraf sutra untuk menutupi jejak-jejak panas yang ditinggalkan Max semalam, namun ia lupa satu hal: wajahnya sendiri.“Kau terlihat seperti baru saja melihat hantu, Aruna. Atau mungkin, kau baru saja melewati malam yang sangat panjang?”Suara bariton itu membuat Aruna tersentak. Ia menoleh dan menemukan Reynard Mackenzie berdiri di samping meja resepsionis, menyandarkan tubuhnya dengan gaya yang terlalu santai untuk jam kantor. Reynard melangkah mendekat, matanya yang tajam memindai wajah Aruna dengan saksama.“Selamat pagi, Tuan Reynard,” sapa Aruna formal, berusaha menghindari kontak mata.“Wajahmu pucat sekali pagi ini. Bibirmu hampir tidak berwarna,” Reynard mengulurkan tangan seolah ingin menyentuh dagu Aruna, namun Aruna segera mundur satu langkah.Aruna berdehem, me
Última actualización : 2026-02-17 Leer más