"Ya sudah, nanti Mas beli dua liter. Sisanya kirim lewat pesan saja, Mas sibuk," suara Handoko terdengar dingin sebelum sambungan telepon mendadak terputus.Pip.Begitu layar ponsel menggelap, Marissa langsung melempar benda itu ke sembarang arah. Dia menarik napas panjang yang tersengal-sengal, mencoba meredakan detak jantungnya yang berdegup kencang karena ketakutan yang luar biasa."Bara... kamu gila! Kalau sampai Bapakmu tahu, kita bisa—""Bisa apa, Tante?" potong Bara cepat, suaranya terdengar sangat rendah, berat, dan sarat akan amarah yang tertahan.Rasa kesal karena ucapan dingin bapaknya di telepon tadi, berbaur dengan ingatan masa lalu tentang bagaimana ibunya ditelantarkan di kampung, seketika membakar habis sisa akal sehat Bara. Keinginan untuk membalas dendam dan menginjak-injak harga diri Handoko melalui wanita di bawah kungkungannya ini membuat matanya berkilat gelap penuh gairah purba yang brutal."B-Bara... ssshh, jangan menatap Tante seperti itu," cicit Marissa, tubu
最後更新 : 2026-06-12 閱讀更多