Handoko tertegun. Bibirnya bergetar menahan amarah yang menyangkut di tenggorokan. Nada suara Bara yang terlampau tenang justru terasa seperti ancaman paling berbahaya. Pria tua itu tahu betul, kalau masalah ini sampai ke tangan orang luar, kebobrokan keuangan perusahaan yang ia tutup-tutupi selama bertahun-tahun bakal terbongkar total."Kamu... benar-benar anak gak tahu diri!" bentak Handoko parau.Tangannya melayang di udara, berniat melayangkan tamparan keras ke wajah Bara.Sret!Gerakan Handoko berhenti mendadak. Tangan besar Bara bergerak cepat mengunci pergelangan tangan tua itu tepat di udara. Cengkeraman Bara kuat seperti catok besi, tidak memberi ruang sedikit pun untuk bergerak."Argh!" Handoko meringis. Matanya melotot saat menyadari tenaganya kalah telak dari anak muda di depannya."Sudah cukup main fisiknya, Pak," ucap Bara datar, menatap lurus ke mata bapaknya dari jarak dekat. "Waktu Bapak untuk memukul atau membuang saya sudah habis belasan tahun lalu."Plak!Marissa y
Última actualización : 2026-08-05 Leer más