Bara menatap lurus ke arah Sandra. Matanya mengunci pandangan gadis di depannya tanpa berkedip."Aku serius, Sandra," ucap Bara dengan nada rendah dan mantap. "Kalau kamu mau aku bantu, ikuti instruksiku. Jangan gegabah."Sandra menelan ludah. Wajahnya yang memerah masih basah oleh keringat tipis. Ia mengangguk pelan."O-oke... gue dengerin omongan lo," cicit Sandra. Bibirnya yang dipoles lip balm merah muda mengerucut. "Tapi lo janji ya, Bar... jangan sampai nenek sihir itu rebut peninggalan Nyokap gue.""Dia tidak akan berhasil," jawab Bara singkat.Tangan besar Bara terangkat, menepuk bahu mulus Sandra yang terbuka di balik crop top putihnya. Kulit lehernya yang mulus bergetar halus saat bersentuhan dengan jari-jari Bara."Sekarang kamu pulang. Bersihkan badan, lalu bersikap biasa saja di depan papamu," kata Bara. "Jangan tunjukkan kalau kamu tahu rencana Monica.""Gue pulang duluan, Bar," pamit Sandra pelan.Sandra meraih tas mewahnya dari sofa, lalu berjalan menuju pintu keluar.
Last Updated : 2026-08-07 Read more