Bara melepas pagutan bibirnya dengan sentakan pelan, menyisakan benang saliva yang terputus di antara bibir mereka yang sama-sama basah. Napasnya menderu hebat, berembus panas tepat di depan wajah Arum yang sudah merah padam. Mata Bara berkilat gelap, menatap liar tubuh polos Arum yang kini sepenuhnya terekspos di bawah keremangan subuh setelah selimut disibak.Kedua tangan kekar Bara mencengkeram erat sisi kiri dan kanan kasur, mengunci tubuh mungil Arum di bawah kungkungan dada bidangnya yang berotot."Rum... dengerin aku," bisik Bara, suaranya terdengar sangat berat, serak, dan bergetar menahan gairah yang sudah berada di puncaknya. "Pagi ini aku sudah tidak bisa nahan lagi. Aku mau main kasar. Kamu... kamu siap?"Arum mendongak kecil, menatap rahang kokoh Bara yang mengetat kuat dengan urat-urat leher yang menonjol kencang. Pertanyaan blak-blakan itu sempat membuat dada padatnya berdesir hebat diliputi rasa ngeri, namun tatapan penuh gairah dan cinta dari Bara membuat seluruh per
最後更新 : 2026-06-11 閱讀更多