Bara melepas pagutan bibir mereka sejenak, memberikan Arum waktu untuk bernapas. Napas gadis itu tersengal-sengal dengan dada yang naik-turun sangat cepat. Bibirnya yang polos kini tampak basah, bengkak, dan memerah merona di bawah temaram sisa cahaya jalanan.Tanpa membiarkan Arum menjauh, Bara menurunkan kecupannya ke rahang, lalu mulai menyesap leher jenjang Arum yang putih bersih."Bara... aaahh," lenguh Arum. Tubuhnya gemetar hebat, bukan lagi karena dingin, melainkan karena sensasi asing yang menyengat seluruh tubuhnya.Tangan kanan Bara yang besar dan hangat bergerak turun. Melalui sela-sela kancing kemeja flanel longgar yang sudah agak terbuka, telapak tangan Bara yang kasar merayap masuk, langsung menyentuh kulit halus di area dada atas Arum.Arum tersentak kaget. Dia langsung memegang pergelangan tangan Bara, mencoba menahannya agar tidak bergerak lebih jauh."Bara, tunggu... J-jangan," bisik Arum dengan suara parau dan kebingungan yang jelas tertulis di wajah polosnya. "Ki
最後更新 : 2026-06-11 閱讀更多