Seminggu setelah keributan di Grand Ballroom, tajuk utama media bisnis masih diramaikan berita kejatuhan konglomerat Handoko Danukusumo. Handoko resmi mendekam di tahanan kejaksaan, rumah mewahnya disegel, dan seluruh kendali perusahaan jatuh ke tangan Bara.Pukul 14.00 WIB.Bara berdiri di ruang direksi Danu Corporation. Kemeja hitamnya tergulung rapi sampai siku. Di depannya, Maya berdiri patuh menyodorkan map terakhir, ditemani Marissa dan Keyla yang tampak kuyu. Keyla kini hanya memakai kaus oblong polos tanpa riasan tebal, kepalanya terus tertunduk tak berani menatap Bara."Semua berkas pengalihan aset dan pembagian sisa kas sudah beres, Mas Bara," lapor Maya hormat.Bara membubuhkan tanda tangan dengan tenang.Tuk."Kalian dapat rumah peninggalan kakek di pinggiran kota," ujar Bara datar menatap Marissa dan Keyla. "Cukup buat hidup tenang kalau kalian gak neko-neko. Jangan pernah injakkan kaki lagi di gedung ini."Marissa mengangguk cepat menahan tangis. "T-terima kasih, Bara...
Last Updated : 2026-09-10 Read more