Share

TAMAT

Author: Biee
last update publish date: 2026-09-10 17:31:19

Seminggu setelah keributan di Grand Ballroom, tajuk utama media bisnis masih diramaikan berita kejatuhan konglomerat Handoko Danukusumo. Handoko resmi mendekam di tahanan kejaksaan, rumah mewahnya disegel, dan seluruh kendali perusahaan jatuh ke tangan Bara.

Pukul 14.00 WIB.

Bara berdiri di ruang direksi Danu Corporation. Kemeja hitamnya tergulung rapi sampai siku. Di depannya, Maya berdiri patuh menyodorkan map terakhir, ditemani Marissa dan Keyla yang tampak kuyu. Keyla kini hanya memakai kau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Desa Penakluk Wanita   TAMAT

    Seminggu setelah keributan di Grand Ballroom, tajuk utama media bisnis masih diramaikan berita kejatuhan konglomerat Handoko Danukusumo. Handoko resmi mendekam di tahanan kejaksaan, rumah mewahnya disegel, dan seluruh kendali perusahaan jatuh ke tangan Bara.Pukul 14.00 WIB.Bara berdiri di ruang direksi Danu Corporation. Kemeja hitamnya tergulung rapi sampai siku. Di depannya, Maya berdiri patuh menyodorkan map terakhir, ditemani Marissa dan Keyla yang tampak kuyu. Keyla kini hanya memakai kaus oblong polos tanpa riasan tebal, kepalanya terus tertunduk tak berani menatap Bara."Semua berkas pengalihan aset dan pembagian sisa kas sudah beres, Mas Bara," lapor Maya hormat.Bara membubuhkan tanda tangan dengan tenang.Tuk."Kalian dapat rumah peninggalan kakek di pinggiran kota," ujar Bara datar menatap Marissa dan Keyla. "Cukup buat hidup tenang kalau kalian gak neko-neko. Jangan pernah injakkan kaki lagi di gedung ini."Marissa mengangguk cepat menahan tangis. "T-terima kasih, Bara...

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 250

    Malam sebelum wisuda, meja makan keluarga Handoko terasa beku.Keyla memamerkan gaun satin putihnya. Bibir bergincunya menyunggingkan senyum congkak ke arah Bara."Mobil Mercy udah siap kan, Pa?" celetuk Keyla manja. "Biar teman-teman kampus tahu siapa ratunya besok."Handoko tak menyahut. Tangannya gemetar memegang garpu. Kantung matanya hitam legam."Ngapain juga anak kampung ini ikut datang?" cibir Keyla melirik Bara sinis. "Cuma menuh-menuhin kursi VIP."Bara meletakkan sendoknya santai. Tatapannya lurus menusuk mata adik tirinya."Pakai gaun termahalmu besok, Keyla," sahut Bara dingin. "Biar tangisanmu kelihatan lebih dramatis.""Maksud lo apa?!" semprot Keyla naik pitam."Cukup!" sentak Handoko serak. Pria tua itu bangkit tertatih, menyeret langkahnya naik ke lantai dua.Marissa bergegas menyusul, sempat melirik Bara dengan tatapan cemas sekaligus patuh.Bara melangkah ke balkon samping. Ponsel di sakunya bergetar. Layar menampilkan nama Hendra.Bara menggeser tombol hijau. "Mal

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 249

    Pukul 09.50 WIB.Bara memarkirkan mobilnya di pelataran pusat kebugaran eksklusif di kawasan Jakarta Selatan. Setelah mengganti kemejanya dengan kaus polo hitam ketat yang menonjolkan otot dada dan lengannya yang kokoh, Bara melangkah masuk ke area VIP gym.Suasana ruangan privat itu dingin oleh semburan pendingin udara, namun aroma parfum vanila manis yang khas langsung menyapa penciuman Bara saat pintu kaca terdorong.Di depan cermin besar, Sandra sedang melakukan gerakan pemanasan. Gadis itu mengenakan sport bra hitam ketat yang memperlihatkan lekuk payudaranya yang padat serta perut mulusnya yang kencang tanpa cela. Celana legging abu-abu ketat berpinggang tinggi membungkus paha dan bokongnya yang berisi.Tuk!Langkah kaki Bara membuat Sandra menoleh cepat.Wajah cantik gadis itu seketika berseri-seri. Ia menyeka sedikit keringat di leher jenjangnya dengan handuk kecil, lalu melangkah cepat menghampiri Bara dengan senyum manis yang merekah lebar."Bara! Akhirnya lo datang juga!" p

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 248

    Marissa meremas kedua tangannya yang dingin di depan dada. Gaun sutra tipis yang dikenakannya bergetar halus mengikuti tarikan napasnya yang pendek. Matanya menatap Bara dengan sorot putus asa, mencari secercah kepastian dari pemuda tegap yang berdiri kokoh di depannya."Tapi Bara... kalau rentenir itu sampai datang menagih ke rumah ini..." bisik Marissa tercekat, memajukan tubuhnya hingga aroma melati menguar kuat ke hidung Bara. "Keluarga ini bisa hancur berantakan. Reputasi Keyla, hidupku... semuanya taruhannya!"Bara melangkah satu jengkal lebih dekat. Tatapan matanya yang dingin dan tajam mengunci pandangan ibu tirinya tanpa ragu sedikit pun."Bukankah itu yang Tante inginkan?" tanya Bara dengan suara rendah yang menekan. "Melihat Bapak yang selama ini menindas dan mengkhianati Tante jatuh ke titik terendahnya?"Deg!Marissa terkesiap. Bibir tipisnya terkatup rapat, tak mampu menyangkal kebenaran pahit itu."Dengarkan aku baik-baik, Tante," lanjut Bara tenang, suaranya terdengar

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 247

    Bara melangkah keluar dari lobi HDK Group tepat saat langit Jakarta mulai berubah warna menjadi jingga gelap. Angin sore yang membawa debu kota menerpa wajahnya, namun Bara tak bergeming. Tanpa disadarinya, langkah kaki yang ragu-ragu mengikutinya dari belakang.Maya berjalan cepat dengan napas memburu, menyusul Bara yang baru saja tiba di area parkir basement yang agak sepi."Bara... tunggu sebentar!" panggil Maya dengan suara berbisik, takut suaranya memantul di dinding beton.Bara menghentikan langkahnya, lalu berbalik pelan. Ia menatap sekretaris pribadi ayahnya itu dengan sebelah alis terangkat. Wajah Maya tampak pucat, tetapi ada binar gugup dan sisa-sisa rasa takut yang perlahan berubah menjadi nekat."Ada apa lagi, Mbak Maya? Takut rahasia Anda bocor?" tanya Bara datar, sengaja menekan nada suaranya agar terdengar dingin.Maya menggigit bibir bawahnya. Ia melangkah mendekat, sengaja merapatkan tubuhnya hingga aroma parfum mahal bercampur keringat dingin menyeruak ke penciuman

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 246

    Sandra mematung di kursinya. Bola matanya membesar, menatap Bara tanpa berkedip. Jari-jemari lentiknya yang putih meremas ujung kardigan rajutnya kuat-kuat."L-lo serius, Bar?" cicit Sandra dengan suara bergetar. "HDK Group itu perusahaan gede banget. Masa bisa bangkrut?"Bara bersandar santai ke kursi. Ia meraih cangkir kopinya, menyesap cairan hitam itu perlahan, lalu meletakkannya kembali ke atas meja.Tuk."Kelihatannya saja megah, Sandra. Isinya sudah habis," sahut Bara datar. "Papamu cuma dijadikan tameng. Begitu ada masalah keuangan, perusahaan papamu yang bakal dikorbankan pertama kali oleh Handoko."Sandra menelan ludah.Glek.Kardigan rajut tipis yang dikenakannya sedikit melorot, memperlihatkan bahu mulusnya yang putih bersih. Dua gundukan dadanya yang padat naik-turun cepat seiring napasnya yang memburu. Aroma manis vanila dari tubuhnya menguar makin kuat saat ia memajukan badannya ke arah Bara."Tapi, Bar... Papa mana mau dengar omongan gue?" rengek Sandra manja bercampur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status