Pagi itu, Sebastian datang jauh sebelum matahari naik sempurna.Rumah Noah berdiri megah di kawasan perumahan elit. Gerbang tinggi. Dinding batu putih. Taman luas yang bahkan dari luar sudah terlihat terawat.Begitu ia menyebutkan namanya, penjaga keamanan langsung mengangguk. “Oh, Bastian? Tukang kebun baru, ya? Ayo masuk!”Sebastian hanya tersenyum tipis.Gerbang terbuka.Ia dipandu melewati jalan setapak menuju halaman belakang. Rumputnya luas, tanaman hias berjajar rapi, beberapa pohon besar menaungi sudut taman.“Peralatan ada di gudang situ,” kata satpam sambil menunjuk bangunan kecil di samping taman. “Tugas utama perawatan rumput depan dan belakang, pagar tanaman, sama kolam. Kalau ada tambahan, nanti diberi tahu.”Sebastian mengangguk. Ia mendengar semuanya. Tapi sesekali, matanya menoleh ke arah rumah utama.Rumah besar itu, dengan adanya anak seperti Lily, tidak akan sepi lagi. Tapi tidak terdengar keributan dari dalam sana. Jadi kemungkinan, anak itu belum bangun.“Kamarmu
Read more