“Terima kasih, Bayu…” suaranya bergetar di bahuku. “Ibu sungguh beruntung punya anak seperti kamu.”Aku sedikit kaku di awal, tapi perlahan membalas pelukannya, menepuk punggungnya pelan.“Iya, Tante… dan Tante harus ingat, Tante belum tua."Dia melepaskan pelukannya, lalu mengusap air matanya."Tante juga masih cantik," pujiku.“Oh ya,” katanya mencoba mengalihkan suasana dengan wajah yang mulai menghangat, “bagaimana keadaanmu di kantor?”Aku menautkan alis.Hari ini… jelas bukan hari yang biasa.Banyak hal terjadi tapi tentu saja, tidak semuanya bisa kuceritakan terutama hubungan intim yang terjadi antara aku dengan Kak Lora.“Biasa saja,” jawabku singkat.Dia tersenyum kecil, seolah percaya.“Kamu pasti akan terbiasa di sana,” ujarnya. “Tiga sepupumu itu… kurang ahli mengurus perusahaan.&rdquo
Read more