Aku naik ke motor tanpa berkata apa-apa lagi.Mesin dinyalakan.Dan tanpa menoleh ke belakang, aku langsung pergi.Kembali ke rumah.Kembali ke kekacauan yang entah sejak kapan mulai terasa seperti hidupku sendiri.Di tengah perjalanan pulang, aku sempat berhenti di sebuah gerobak yang masih buka di pinggir jalan.“Bang, martabak telur satu,” kataku singkat.Penjualnya mengangguk, mulai bekerja dengan cekatan. Aku berdiri di samping motor, menunggu sambil menatap kosong ke jalanan yang semakin sepi. Perutku kembali mengingatkan—lapar yang sejak tadi kutahan.Beberapa menit kemudian, martabak itu sudah dibungkus rapi.Aku membayarnya, lalu kembali melaju.Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya aku tiba di rumah.Lampu masih menyala. Aku langsung masuk, melepas sepatu seadanya, lalu menuju kamar Kak Lora.Pintu kubuka perlahan. Ia belum tidur.Matanya menoleh ke arahku, masih t
続きを読む