Saat sampai di dalam kamar berukuran lebar 2,5 mtr dan panjang 4 mtr itu, Nara melepas tanganku."Nah, kamu tidur di lantai, aku di atas," ucapnya sambil menyusun selimut tebal ke lantai.Aku menggaruk tengkuk, lalu menghela napas pasrah.“…Iya.”Jelas sekali kita sekamar, tapi bukan berarti seranjang. Aku menertawakan pikiranku sendiri.Setengah jam berlalu.Hujan bukannya reda, justru semakin menggila. Guntur menggelegar begitu keras sampai dadaku ikut bergetar. Mustahil aku bisa tidur dalam keadaan seperti ini.Aku akhirnya menyerah, terduduk di lantai, bersandar pada sisi ranjang.Pelan, tanpa sadar, pandanganku bergeser ke arah Nara.Dia sudah terlelap di atas ranjang kecil itu, tubuhnya sedikit meringkuk, mungkin karena dingin. Napasnya teratur, wajahnya tampak lelah… tapi entah kenapa justru terlihat lebih tenang.Cantik.Aku menghela napas pelan, berusaha mengalihkan pikiran, tapi mataku malah semakin lama semakin betah menatap. Rambutnya sedikit berantakan, jatuh menutupi seb
続きを読む