"Tidak ... tidak apa-apa!"Mulutku berkata demikian tetapi kedua mataku hampir basah karena menahan nyeri.Sebelah tanganku yang kebas dan bahu yang sudah cedera ditambah senjata keperkasaanku yang tertendang tanpa sengaja membuatku merintih kesakitan menahan nyeri."Aduh, Bayu. Maaf!""Sakit kali, ya?"Aku hanya bisa menggeleng.Kak Julia buru-buru bangkit dari ranjang untuk mengambil air minum."Ini, Bayu. Minumlah dulu."Karena buru-buru, bathrobe yang dipakai Kak Julia sedikit melorot, memperlihatkan sebelah bahunya dan gundukan kenyal miliknya hampir kelihatan.Aku menelan salivaku sambil berusaha menahan nyeri yang kurasakan. Tanganku bahkan bergetar saat menerima botol minum air mineral yang disodorkannya."Maaf, Bayu," ucapnya sekali lagi.Aku meneguk air mineral itu dengan terpaksa.Dalam hati aku merutuk tindakan yang tanpa sengaja dilakukan kakakku ini, padahal aku sudah berusaha menahan d
Read more