Refleks tanganku menyentuh leher sendiri.Dan sialnya—Memang ada noda samar di sana.“Pasti Kak Lora yang sengaja ini,” gumamku kesal sambil buru-buru mengambil tisu dan mengusap leher sendiri.Sephia langsung menahan tawanya. Bahunya sampai bergetar kecil melihat ekspresiku yang panik.“Nah kan,” katanya puas. “Aku udah tahu kalau Kak Lora menyukai Pak Bayu dan Aku rasa, Kak Julia juga suka.”“Aku dan dia sepupuan,” kilahku cepat sambil membuang tisu ke tempat sampah. “Hubungan ini absurd!”Sephia malah menaikkan alis santai. “Absurd bukan berarti mustahil.”“Sephia.”“Iya, Pak?”“Udah lanjut kerja.” Aku menunjuk tumpukan dokumen di meja. “Jangan banyak berisik atau aku potong gajimu ya.”Bukannya takut, Sephia malah tertawa kecil lalu duduk di kursi yang sengaja ditarik mendekat k
더 보기