Aku mengangguk pelan lalu mengecup bibirnya yang sedikit basah."Semalam Kakak termasuk berani kok, sampai bisa membuatku pengen berkali-kali.”"Kamu juga tahan lama sih, Bay.""Kamu juga nikmat sekali dan cantik sekali, Julia."Kak Julia memejamkan mata sebentar menikmati usapanku di kepalanya, ada rasa bercampur dengan malu dan beberapa bisa dianggap sebagai pujian untuknya.Dan di tengah suasana tenang itu, suara Kak Lora tiba-tiba kembali terdengar dari kamar mandi.“BAYU!”Aku refleks menoleh dan menjawab dengan setengah berteriak, “Apa lagi?”“Sabunnya masuk mata!”Aku langsung memijat pelipis.Sementara Kak Julia malah tertawa sampai bahunya bergetar kecil di sampingku.Aku menghela napas panjang lalu bangkit dari dudukku."Tunggu sebentar ya," ucapku seraya melepaskan tangannya yang melingkar di pinggangku.“Kakak ini sebenarnya bisa mand
더 보기