"Darah memang tak pernah bisa berbohong!" Noah mengucapkan kalimat itu dengan nada yang sulit diartikan—setengah pengakuan, setengah peringatan. Ia menatap lekat-lekat pada Seraphina, seolah baru pertama kali melihat adiknya sebagai seorang Astrea yang sesungguhnya. Keras, tajam, dan tak tergoyahkan.Tanpa kata pamit yang formal, Noah memberi isyarat pada Jeremiah untuk mundur. Mereka berbalik, meninggalkan taman dengan deru zirah yang berat.Membawa beban pemikiran baru yang jauh lebih berbahaya daripada perang di Timur. Ketegangan di taman itu perlahan menguap bersama hilangnya sosok kedua ksatria tersebut, namun hawa dingin di sekitar Killian tetap bertahan. "Kau baru saja menanam benih pemberontakan di kepala jenderal terbaik kekaisaran," gumam Killian, jemarinya masih bertumpu di bahu Seraphina. "Itu langkah yang sangat berani, atau sangat ceroboh." "Saya hanya memberikan mereka pilihan, Tuan Duke. Selama ini mereka hidup dalam kegelapan yang nyaman," jawab Seraphina tenang.
Last Updated : 2026-03-24 Read more