Seraphina meninggalkan ruang pribadi Sophia dengan langkah yang lebih berat dari sebelumnya. Kata-kata sang Duchess masih terngiang di telinganya, tajam dan dingin seperti bilah pedang. Valerius, sang ular berbisa yang kini terluka, tak akan membiarkan fajar menyingsing tanpa menyusun rencana baru. Meski dinding Doom Eisenhardt berduri kokoh, mereka masih berpijak di tanah Ibukota—wilayah di mana bayangan Valerius bisa memanjang ke mana saja. "Apa pun yang dia lakukan, kau pasti bisa menebaknya, Seraphina! Jangan khawatirkan apa pun!" bisik perempuan itu pada dirinya. Namun, tak bisa sepenuhnya mengusir cemas dalam dirinya. Hingga langkah Seraphina melambat saat ia memasuki lorong panjang yang menuju ke sayap deretan kamar untuk tamu. Berbeda dengan benteng Eisenhardt di Utara yang kaku dan fungsional, kediaman di Luxandria ini memamerkan kemewahan yang tenang. Lantai kayu cedar yang dipoles mengilap meredam suara langkah kakinya, sementara tirai beludru tebal menghalau angi
Last Updated : 2026-03-29 Read more