Langkah kaki mereka bergema di selasar batu granit yang dingin. Namun, obor-obor dinding yang menyala terang memberikan rona hangat pada dinding-dinding Benteng Eisenhardt yang kaku. Killian berjalan di depan, langkahnya mantap, jubah bulu hitamnya menyapu lantai dengan wibawa yang tenang. Di belakangnya, Seraphina mengikuti, berusaha menyembunyikan rasa letih yang amat sangat setelah tiga hari bertaruh nyawa di Celah Wraith. Killian berhenti di depan sebuah pintu kayu ek berukir kepala serigala. Ia mendorongnya pelan. "Ini kamarmu selama berada di sini," ucap Killian singkat. Seraphina melangkah masuk dan seketika terpaku di ambang pintu. Ia mengharapkan sebuah ruangan dingin, lembap, dan fungsional seperti barak militer yang ia bayangkan tentang Utara. Namun, apa yang menyambutnya adalah kemewahan yang kontras dengan kekerasan alam di luar sana. Lantai kayu mahoni tertutup karpet bulu beruang kutub yang tebal dan empuk. Di sudut ruangan, perapian besar sudah menyala, menyebar
Last Updated : 2026-03-06 Read more