Suasana di meja makan pagi itu terasa canggung dan tidak biasa. Lucien sudah sembuh total dari demamnya. Dia duduk tegak di kepala meja seperti biasa, wajahnya datar dan tak terbaca. Namun, ada sesuatu yang berbeda dalam sikapnya. Sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh Alice. Alice, yang duduk anggun di seberang Lucien, terus berceloteh riang tentang rencana pesta taman yang ingin diadakannya. Dia berusaha keras menarik perhatian Lucien, berharap bisa kembali merebut posisinya setelah diusir dari kamar pria itu. “Jadi, aku pikir kita bisa mengundang semua keluarga bangsawan di Ashwood,” ucap Alice nada manja. “Kita bisa menyewa musisi dari ibu kota, dan aku akan memesan gaun sutra baru yang serasi dengan warna matamu, Lucien sayang.” Lucien hanya berdehem pelan sebagai jawaban. Matanya tidak tertuju pada Alice yang sedang berbicara. Matanya justru tertuju
Last Updated : 2026-03-14 Read more