Teilen

Bab 38: Bukti Visual

last update Veröffentlichungsdatum: 25.03.2026 20:09:36
"Aku percaya pada laporanmu, Gregor," ucap Alice.

Suaranya kembali datar dan terkendali.

"Tapi Marquess merupakan pria yang sulit diyakinkan,” tambahnya. “Dia tidak akan percaya hanya dengan kata-kata dari seorang mata-mata."

Gregor mendengus karena merasa tersinggung mengenai kredibilitasnya sebagai mata-mata. "Kata-kataku adalah jaminan di dunia bawah, Nyonya."

"Aku tidak meragukan reputasimu," potong Alice cepat. Khawatir Gregor akan mengamuk. "Aku butuh sesuatu yang bisa kutaruh di depan mat
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 131: Pengungkapan Jati Diri (2)

    "Mereka bilang aku dibuang. Berarti itu tidak benar?"Suara Emily terdengar sangat lirih. Dia masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Tentang semua asal-usul dirinya. Ditatapnya kalung bulan sabit yang kini terasa sangat berat di telapak tangannya.Bayangan masa kecilnya di kediaman Fitzwilliam yang penuh dengan aroma asap rokok dan tumpukan kartu judi mendadak melintas di benaknya bagaikan mimpi buruk yang tidak berkesudahan."Itu tidak benar. Kau tidak dibuang oleh kami, Emmeline. Kau dirampas dari kami," ralat Adrian dengan nada suara yang bergetar menahan amarah.Emily tertawa pahit di sela isakannya. "Jasper selalu bilang aku adalah anugerah karena mereka tidak memiliki anak. Ternyata, aku hanyalah perhiasan yang dia curi agar bisa hidup mewah di Ashwood."Adrian terdiam. Alisnya berkerut memikirkan sesuatu. Ditatapnya Emily lalu menghela napas pelan.“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,” ucapnya lirih.Emily menoleh. “Apa itu?”"Aku sengaja pergi ke Ashwood beberapa

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 130: Pengungkapan Jati Diri (1)

    Emily mengerutkan kening, bingung dengan maksud ucapan ksatria di hadapannya itu. "Maksud Anda? Aku hanyalah pelarian dari Ashwood yang berutang nyawa pada Anda. Tidak ada kemuliaan dalam sejarah hidupku."Adrian merasakan tusukan di dadanya mendengar rendah diri adiknya sendiri. Diletakkan tas kulit kecil yang dibawanya ke atas bangku batu di antara mereka. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Adrian mengeluarkan kotak kayu eboni berukir singa emas dan menyerahkannya kepada Emily."Apa ini, Tuan Adrian?" tanya Emily ragu sembari menerima kotak yang terasa berat itu.Adrian mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke dalam mata Emily dengan sorot mata yang penuh dengan perlindungan dan kasih sayang."Emily... ada sesuatu yang harus kau ketahui tentang darah yang mengalir di tubuhmu," ucap Adrian dengan nada yang sangat serius."Siapa aku sebenarnya maksud Tuan?"&nb

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 129: Kepulangan

    “Ada di ruang bawah tanah, Milord.” Sterling segera menjawab agar Lucien tidak murka lebih lanjut.Beberapa saat kemudian, di ruang interogasi bawah tanah yang lembap, seorang pria bertubuh kurus dengan wajah penuh luka duduk terikat di kursi besi.Pria kurus itu gemetar hebat saat Lucien melangkah masuk dengan pedang yang sudah terhunus. Aura kematian terpancar dari sang Marquess."Katakan padaku dari mana kau mendapatkan anting-anting ini, Tikus Got?!" tanya Lucien sembari menghujamkan ujung pedangnya ke lantai, tepat di antara kedua kaki pria itu."Ampun, Marquess!” teriak perampok kurus itu dengan suara melengking ketakutan. “Saya menemukannya di hutan kabut! Ada seorang wanita yang terjebak di tengah lumpur malam itu!"Lucien melangkah maju lalu mencengkeram rahang pria itu dengan kekuatan yang sanggup meremukkan tulang. "Apa yang kau lakukan padanya?! Jangan berani kau berbohong atau aku akan membedah perutmu hidup-hidup!"Pria itu memejamkan mata. Suaranya bergetar hebat saat m

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 128: Depresi Sang Marquess

    "Ke sel bawah tanah mansion Montague," perintah Lucien tanpa menoleh lagi. "Biarkan mereka membusuk di sana bersama kenangan busuk tentang keserakahan dan pengkhianatan mereka seumur hidup."Jasper dan Madeline menjerit histeris saat para prajurit menyeret mereka keluar dari gudang lembap tersebut dengan paksa. Mereka meronta-ronta, memohon ampunan yang sudah lama mati dari hati sang Marquess yang kini telah membeku.Lucien hanya berdiri diam menatap punggung Jasper dengan kebencian yang mendalam dan dendam yang akhirnya tuntas.Setelah gudang itu kembali sunyi, Lucien berjalan perlahan menuju kudanya yang sudah menunggu di luar. Hujan mulai turun kembali, membasahi wajahnya yang terasa panas oleh amarah yang tidak berujung dan penyesalan yang mulai merayap.Beberapa saat kemudian, Lucien sampai di mansionnya yang kini terasa sangat luas dan terlalu sepi. Dia melangkah melewati aula besar, namun kakinya seolah memiliki keinginan sendiri untuk menuju ke satu ruangan.Kemudian dia berhe

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 127: Hukuman untuk Pengkhianat

    “Pelayan! Pastikan Alice mengemasi barangnya dan cepat pergi dari mansion ini!”Teriakan Lucien yang menggema itu membuat para pelayan serta merta masuk ke dalam kamar tersebut.“Prajurit! Awasi Alice! Pastikan dia keluar dari mansion ini sekarang juga!Setelah meneriakkan itu, Lucien berjalan cepat keluar dari kamar itu. Dia mengabaikan Sterling dan juru tulis lainnya yang tergopoh-gopoh mengikutinya.“Tuan, apa rencana Anda selanjutnya?” tanya Sterling mensejajari langkah Lucien yang lebar.“Aku ingin ke suatu tempat, Tuan Sterling,” sahut Lucien lalu segera berjalan cepat dan Sterling hanya menganggukkan kepalanya.Dengan kemarahan yang memuncak, Lucien keluar dari mansion itu lalu segera menaiki kudanya yang masih ada di depan mansion.Dipacu kudanya dengan cepat tanpa memedulikan para pengawal dan prajuritnya yang tampak kebingungan melihat majikannya yang sangat murka. Mereka hanya mengikuti Lucien tanpa berani berspekulasiLucien berkuda menuju suatu tempat kumuh. Perjalanan mem

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 126: Pencabutan Gelar

    “Kau dan orang tuamu benar-benar lintah!” maki Lucien kasar.Dari sudut matanya, dia melihat Duke Harrington yang mencoba untuk kabur melalui pintu balkon yang terbuka ketika pengawal lengah."Kau mau lari ke mana, Harrington? Seorang Duke biasanya melangkah dengan dagu terangkat, bukan merangkak seperti tikus got yang ketahuan mencuri keju!"Suara bariton Lucien memotong langkah Duke Harrington.Lucien kini berdiri tegak di tengah ruangan. Tatapannya tidak lagi tertuju pada Alice, melainkan pada pria yang telah mengotori kehormatan rumah tangganya."Montague, jaga bicaramu! Aku adalah seorang Duke, pangkatku jauh di atas Marquess sepertimu!" raung Harrington sembari mencoba menggertak meski lututnya bergetar.Lucien tertawa sangat meremehkan dan dingin. Dia melangkah maju dengan gerakan yang tenang namun mematikan, memperpendek jarak di antara me

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 23: Pagi yang Membingungkan

    Untuk sesaat Emily terhanyut. Ciuman kasar yang dipenuhi rasa putus asa itu dibalas Emily dengan kerinduan yang sama besarnya.Dalam kegelapan lorong, Emily lupa siapa dirinya. Dia lupa statusnya, hukumannya, dan kebencian yang seharusnya dia pelihara rapat-rapat di dalam hati.“Emily.”Ilusi itu p

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 22: Pengakuan Tak Sadar

    Detak jantung Emily di dalam dadanya berpacu begitu keras.Panik.Dia terjebak.Tubuh besar dan kokoh Lucien menekannya ke dinding batu yang dingin dengan kekuatan yang tidak bisa dilawan oleh tenaga kurusnya.Cen

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 17: Alibi Alice

    “Kalian berdua!”Suara Lucien menggelegar, memantul di dinding-dinding kamar pelayan itu.Lucien berdiri di ambang pintu. Tubuhnya yang tinggi itu mengisi seluruh bingkai pintu hingga menghalangi cahaya lampu lorong.Wajah

  • Istri Gadai Marquess Kejam   Bab 11: Nyonya Alice

    ‘Apa?’ batin Emily terkejut.Semua pelayan menunduk hormat kecuali Emily lalu mengucapkan serempak, “Selamat datang, Nyonya Alice.”Mata Emily bertemu pandang dengan Lucien. Tanpa harus berkata dengan suara keras, Emily tahu yang diperintahkan Lucien walau hanya dengan tatapan mata.Dengan setenga

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status