Valerius melangkah maju, memutus jarak di antara mereka, lalu mencengkeram zirah bahu Hans dengan kedua tangannya yang bersarung besi.Sepasang matanya yang menatap lurus ke dalam manik mata ksatria itu, memancarkan keseriusan yang teramat pekat. Cengkeraman logam itu berderit, menyalurkan kecemasan luar biasa yang disembunyikan sang Duke di balik topeng ketegarannya.“Dengar aku baik-baik, Hans. Ini adalah perintah militer darurat, bukan sebuah ajakan diskusi,” ujar Valerius, suaranya bergetar rendah namun sarat akan ketegasan yang mutlak.Setiap kata yang keluar dari bibirnya memotong angin malam dengan presisi yang dingin, tidak menyisakan ruang bagi kompromi apa pun.“Duke, jangan lakukan ini...” bisik Hans, mencoba melepaskan cengkeraman tersebut, namun tenaga manusianya tidak mampu menandingi kepalan baja Valerius.Otot-otot ksatria itu melemah, dikhianati oleh rasa sakit fisik yang terus-menerus menggerogoti tubuhnya yang menua akibat benturan granit tadi.“Tugasmu belum selesa
Read more