Compartir

Sebuah Tamparan

Autor: NawankWulan
last update Fecha de publicación: 2026-02-19 06:07:34

"Beneran nggak mau masuk di sekolah unggulan, Dek? Nilai Amy nyaris sempurna," tanyaku lagi untuk memastikan.

"Nggak, Mbak. Amy mau sekolah dekat sekolah Mbak itu saja biar bisa jalan kaki bareng Mbak Zizi. Kalau di sekolah unggulan harus naik angkot, tambah biaya lagi. Meski bukan sekolah unggulan, tapi kata guru di sana juga bagus kok, Mbak. Amy sudah tanya-tanya sama Bu Guru," ujarnya menggebu. Aku dan ibu kembali saling tatap lalu mengangguk setuju. Yang penting Amy bisa sekolah dengan ten
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Magda
lanjut....
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
bagus deh ibunya Zizi n' Amy ga lemah lg nerima ditindas gtu aja . ga sabar time flies Zizi sukses n' kondisi bpknya makin trpuruk trs mnyesal krn menyianyiakan 2 putri n' istri dr prnikahan prtamanya . smuanya air mata yg Zizi, Amy n' ibunya keluarkan skrg, akan diganti dgn pelangi indah pd saatnya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   TAMAT

    "Ibu merestui hubunganmu dengan Zaki, Zi. Ibu tahu Zaki anak yang baik, tulus, pengertian dan pekerja keras. InsyaAllah kelak dia akan membuatmu bahagia. Tapi, kalau kedua orang tuanya tak merestui, sebaiknya kamu berhenti sampai di sini. Walau bagaimanapun, ridho orang tua adalah ridhoNya. Yakin saja jika kalian memang berjodoh, kelak pasti akan dipersatukan juga. Kalau berpisah, berarti kalian memang tak ditakdirkan bersama dan kelak akan dipertemukan dengan jodoh kalian masing-masing. Jodoh yang terbaik menurutNya."Pesan Sri waktu itu kembali terngiang di benak Zizi. Kedua matanya berkaca tiap kali mengingat momen itu. Di saat orang tua Zaki berusaha menjauhkannya bahkan sengaja mengirim Zaki ke luar negeri dengan alasan study. Namun, kini semua kesakitan itu dibayar lunas.Senyum dan tawa terlihat begitu jelas di wajah kedua orang tua Zaki detik ini. Pun senyum tulus ibunya bahkan kini lengkap dengan bapak dan bibinya. Tak ketinggalan celoteh riang Amy dan Mira, sepupunya.Merek

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Tak Disangka

    "Bibi? Mira?" pekik Amy saat akan keluar kontrakan. Gadis kecil itu teramat kaget melihat bibi dan sepupunya datang. Amy juga tak menyangka jika akhirnya kembali bertemu dengan mereka detik ini setelah sekian lama tak bersua. "Ibu ada, My?" tanya Siti dengan senyum tipis. Tak seperti sebelumnya yang selalu terlihat sinis, saat ini Siti terlihat lebih santun dan manis. "Ada, Bi. Ibu masih di dapur," ujar Amy sembari mempersilakan dua tamunya itu masuk ke kontrakan. Keduanya duduk lesehan di karpet yang memang sudah disediakan untuk para tamu di ruangan paling depan. Amy buru-buru melangkah ke ruangan terakhir di kontrakan itu yang dijadikan dapur dan kamar mandi. "Bu, ada Bi Siti sama Mira," ujar Amy lirih pada ibunya yang masih membuat pisang goreng. Hari ini mereka memang tak berjualan. Zizi masih sibuk di kampus karena mulai mengurus skripsinya. Sri tak tega melihat Amy yang kelelahan karena baru saja pulang dari kegiatan campingnya di sekolah. "Mbak ...." Tiba-tiba Siti jongk

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Pesan Istimewa

    Hari terus bergulir. Semakin berjalannya waktu, Zizi terlihat semakin bersemangat dan bahagia menjalani hari-harinya. Berkali-kali istikharah, akhirnya dia memantapkan hati untuk memilih Zaki. Zaki emang cinta pertamanya dan mungkin karena itu pula sulit terhapus dalam ingatan. Zizi tak tahu apakah jawaban istikharahnya kali ini benar-benar tepat atau semua itu karena hatinya memang lebih condong ke Zaki, tapi dia memasrahkan semua padaNya. Entah bagaimana nanti endingnya, dia tetap yakin jika semua itu akan indah di saat yang tepat. "Zi, mau kemana?" Zayyan membuka kaca mobil sebelum masuk ke halaman rumahnya. Dia tersenyum tipis saat melihat Zizi keluar dari kontrakan dengan motor maticnya. "Mau jalan-jalan sama Aina, Mas. Baru pulang dari cafe?" tanya Zizi begitu sopan. "Iya, Zi. Kebetulan cafe disewa teman untuk acara spesial istrinya nanti malam. Jadi, setelah bantu-bantu beresin ini itu usai, aku pulang dulu." Zizi manggut-manggut mendengar balasan Zayyan. Hubungannya denga

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Saatnya Memilih

    Dokter yang menangani Delima keluar dari UGD. Dia memanggil Bima lalu menjelaskan kondisi Delima yang kini sudah melewati masa kritisnya. "Alhamdulillah, Dok. Bersyukur sekali istri saya sudah melewati masa kritis itu. Saya benar-benar lega mendengarnya." Bima tersenyum tipis. Kedua matanya berkaca saking bahagianya. "Alhamdulillah." Tiga anak muda.di samping Bima itupun mengucap Hamdallah bersama. "Sekarang Ibu Delima masih istirahat. Mohon jangan diganggu dulu ya, Pak. Kalau mau jenguk silakan, sebaiknya bergantian supaya tak mengganggu istirahat pasien." Dokter mengingatkan. Mereka pun kompak mengangguk. "Mau ikut jenguk mamanya Zaki bareng Om, Zi?" "Memangnya boleh, Om?" tanya Zizi dengan wajah polosnya. "Boleh dong. Kamu pasti juga pengin tahu keadaan mamanya Zaki sekarang kan?" Zizi mengangguk cepat. "Ayo." Bima kembali mengajak Zizi, Zayyan pun mengangguk pelan. "Na, aku masuk dulu ya?" Aina mengangguk lalu kembali duduk di kursi tunggu, sementara Zayyan memilih berdiri

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Minta Maaf dan Memaafkan

    "Zi, are you okay?" lirih Zayyan saat melihat Zizi begitu lemas setelah mendonorkan darahnya untuk Delima. Zizi hanya mengangguk pelan lalu mengikuti Zayyan dan Aina yang membantunya duduk di kursi tunggu. "Minum susunya, Zi. Biskuit sama telur rebusnya juga habiskan biar nggak lemas," pinta Zayyan sembari membuka biskuit keju itu. Tak banyak bicara, Zizi mengikuti perintah Zayyan dan Aina. Dia mulai minum susu dan sebutir telur rebus yang dibeli oleh Zayyan tadi. "Aku kupasin yang ini mau?" ujar Zayyan menunjuk telur rebus yang tersisa. Zizi menggeleng pelan. "Sudah kenyang, Mas. Buat nanti aja. Makasih ya.""Sama-sama, Zi. Justru aku yang makasih karena kamu sudah menyelamatkan Tante Delima. Benar kan, Om?" Zayyan sengaja minta pendapat Bima yang sedari tadi masih terdiam memperhatikan Zizi. "Iya, Zay. Alhamdulillah ada Zizi, kalau nggak entah gimana nasib tantemu. Mana hujan masih deras mengguyur.""Saya hanya membantu sedikit, Om. Selebihnya karena Allah.""Iya, tapi kamu pe

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Menyadari Kesalahan

    "Kenapa bingung begitu?" tanya Aina lagi. Sebagai seorang sahabat, Aina paham betul perasaan Zizi saat ini. Hanya saja, dia mencoba mencairkan keheningan yang ada, meminta Zizi agar mau menceritakan kegelisahannya. Mungkin dengan bercerita, Zizi akan jauh lebih tenang dibandingkan sekarang. "Aku masih bingung bagaimana caranya menghadapi papa dan mamanya Zaki nanti, Na. Kamu tahulah gimana posisiku saat ini. Meski sudah lama tak berhubungan dengan Zaki, tapi-- Zizi menjeda kalimatnya. Dia kembali menghela napas panjang lalu memejamkan mata beberapa saat. "Jika jodoh tak akan kemana, Zi. Yakinlah." Aina mengusap lengan sahabatnya untuk menenangkan. Zizi tersenyum lalu mengangguk pelan. Sejak Zaki memergokinya jalan dengan Zayyan di mall waktu itu, Zaki memang benar-benar menghilang. Zaki tak menghubunginya via email beberapa minggu, sampai akhirnya Zizi memilih tak lagi membuka email-nya karena takut kecewa. Bahkan dia membuat email untuk keperluan kuliahnya. Zizi merasa bersalah

  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Duda Tampan Itu Bernama Zayyan

    "Saya yakin bukan karena nasi rames yang Bu Sri jual. Buktinya suami saya makan juga nggak ada masalah. Kalau memang beracun harusnya semua yang makan nasi itu ikut keracunan dong. Nyatanya apa? Cuma anak dan suami ibu ini saja. Iya kan?" Tetangga lain ikut berkomentar. Mereka saling mengiyakan, me

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Mau Menang Sendiri

    "Ngapain dia datang, Mbak? Mau bikin rusuh lagi?" lirih Amy yang gelisah di samping kakaknya. "Nggak tahu, Dek. Kalau ke sini sebagai tamu, kita wajib menghormatinya.""Tamu sih tamu, Mbak. Tapi nanti pasti bikin ribet." Kakak beradik itupun beranjak dari kursi lalu menyambut tamu tak diundangnya

    last updateÚltima actualización : 2026-03-23
  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   Berebut Anak

    "Aku nggak mau ikut mama. Aku mau di sini saja sama papa," ujar Mira saat Siti membujuknya pulang. "Ikut mama, Mir. Nanti kamu dirawat ibu tiri kalau ikut papamu. Memangnya kamu nggak dengar kalau kebanyakan ibu tiri itu jahat." Rudy menoleh saat Siti menarik lengan anak perempuan mereka dengan k

    last updateÚltima actualización : 2026-03-23
  • KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK   "Aku tetap bapaknya!"

    Jam nyaris menunjuk angka tujuh malam, tapi Siti tak kunjung datang. Sejak masuk rumah sakit, Siti belum jua menjenguk. Dia hanya mengantar lalu mengurus administrasi Ridwan, setelah itu kembali sibuk dengan rumah dan perabotan yang dijualnya. "Apa iya aku salah menilai Siti? Apa selama ini dia ha

    last updateÚltima actualización : 2026-03-22
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status