Pria itu mengangguk kaku. "Benar, saya anggota di satuan terdekat sini. Oh ya, kamu tinggal di mana, Nak? Biar saya bantu hubungi keluargamu supaya ada yang mendampingi di sini."Mendengar penawarannya, pikiranku langsung berputar cepat. Jika aku menyuruhnya menghubungi Ayah, itu justru akan memicu kecurigaan besar mengenai alasanku berada di kawasan Lembang pada dini hari, dan hal itu bisa membahayakan posisi penyembunyian Tasya dan Vira. Aku juga tidak bisa menghubungi Nikita yang sedang dirawat di rumah sakit, ataupun Marni yang saat ini sedang berada dalam incaran teror pria berbekas luka itu."Saya... saya tidak punya keluarga lagi, Pak," kataku berbohong dengan nada pelan. "Orang tua saya sudah lama meninggal, saya hidup sendirian."Pria tentara itu terdiam sejenak, raut wajahnya berubah prihatin dan serba salah. "Maafkan saya, Nak... Lalu kalau boleh tahu, selama ini kamu tinggal di mana?""Saya tinggal di daerah Parongpong, Pak," jawabku menyebutkan kawasan pemukimanku tidak
Last Updated : 2026-08-23 Read more