"Lain kali hati-hati ya, A. Marni khawatir banget pas A Aris tidak ada kabar kemarin," bisik Marni pelan dengan tatapan mata yang sangat tulus.Melihat perhatian tulus dari gadis di depanku ini, dadaku terasa hangat sekaligus protektif. Pria berbekas luka itu tidak boleh menyentuh seujung jaripun dari tubuh Marni."Mar, aku mau minta tolong sama kamu," kataku serius menatap matanya."Minta tolong apa, A?""Untuk beberapa hari ke depan, kalau kamu pulang kerja, jangan pernah jalan sendirian. Minta diantar sama Sinta atau staf laki-laki di bengkel sampai ke rumah. Dan kalau ada orang asing tidak dikenal yang menanyakan aku atau mengajak kamu pergi, jangan pernah dilayani. Langsung masuk ke dalam atau cari keramaian," tegasku memberi peringatan.Marni mengernyit bingung, namun dia melihat keseriusan di mataku. "Memangnya ada apa, A? Apa ada orang jahat yang lagi mengincar kita?""Cuma buat kewaspadaan saja, Mar. Situasi keluargaku kan lagi kurang kondusif. Aku cuma ingin kamu tetap aman,
Last Updated : 2026-08-25 Read more