Aku pun mulai menceritakan seluruh peristiwa mengerikan yang kualami. Kuceritakan mulai dari teror telepon dan foto penyekapan Marni di vila Parongpong, lalu aku yang mendatangi tempat itu sendirian, hingga pertemuan dengan Budi Santoso, pebisnis licik yang memaksaku menandatangani surat pengalihan seluruh aset Ayah dengan ancaman dia memperlihatkan Marni yang sedang di sekap."Kurang ajar!" bentak Bang Jago seraya menghantamkan tinjunya ke lantai. "Jadi si Budi itu memaksamu tanda tangan surat perjanjian harta?!""Iya, Bang," lanjutku. "Setelah aku menandatangani surat itu, anak buahnya memukul kepala belakangku menggunakan balok kayu hingga aku pingsan. Saat aku sadar, tangan dan kakiku sudah diikat kencang, mulutku dilakban, dan aku dibuang di dalam bagasi mobil."Dedi menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya melotot kaget. "Terus gimana, Ris?!""Mereka membawaku ke tepi jurang Parongpong yang sangat dalam," kataku lagi. "Si Budi Santoso tertawa, lalu menyuruh anak buahnya
Last Updated : 2026-09-18 Read more