Aku melangkah masuk dengan gaya berjalan yang agak membungkuk. Di dekat area rack dumbbell, kulihat Rico sedang sibuk mengarahkan gerakan bench press seorang member.Aku mendekati Rico dari samping, berpura-pura mengamati peralatan gym dengan raut wajah polos khas orang awam."Maaf, Mas... mau tanya," sapaku dengan intonasi suara yang sengaja kubuat agak sengau dan berat karena ganjalan kain di pipiku. "Ini gym yang punya siapa ya, Mas?"Rico menghentikan bimbingannya sejenak, menoleh menatap penampilanku yang kusam dari atas ke bawah."Oh, ini milik Pak Aris, Mas," jawab Rico ramah."Pak Aris? Orang yang mana itu, Mas? Sekarang beliau ada di dalam?" tanyaku memancing lebih dalam.Rico menghembuskan napas pelan, raut wajahnya berubah agak prihatin. "Pak Aris lagi gak ada, Mas... hilang entah di mana sekarang.""Lho, kok bisa begitu, Mas? Hilang gimana maksudnya?" tanyaku pura-pura kaget.Rico mendekatkan suaranya sedikit, berbicara berbisik. "Aku juga gak tahu pasti, Mas. Tapi menuru
Last Updated : 2026-09-25 Read more