"Aku... Aku tadi habis menangkap tikus, tadi Ibu tiba-tiba menggedor-gedor pintu katanya ada tikus," kataku cepat, berusaha mengatur napas agar tidak terdengar seperti orang yang baru saja melakukan aktivitas berat.Tak lama kemudian, Nikita muncul dari balik pintu kamarnya. Rambutnya sedikit berantakan akibat perbuatan kami tadi, tapi dia dengan lihai memasang wajah panik yang dibuat-buat. "Iya, Vira. Gede banget tikusnya, Mama geli. Untung ada Bima yang bantuin," sahut Nikita meyakinkan. Dia menatapku tajam seolah memberi komando lewat mata. "Besok kamu pasang jebakan ya, Bim, biar gak ada lagi tikusnya."Nikita kemudian beralih menatap Vira yang masih berdiri mematung dengan tatapan curiga. "Kamu sendiri kenapa belum tidur, Vira? Anak gadis nggak baik begadang, nggak bagus untuk kesehatan," tegur Nikita balik.Vira mendengus pelan, matanya masih menyelidikiku dari ujung kaki sampai kepala. "Nggak bisa tidur, Ma. Gerah," jawabnya singkat."Ya sudah, sekarang masuk kamar dan tidur.
Read more