“Sampai kapan kamu mau nangis terus?”Mata Kalla bengkak, hidungnya merah, dan rambutnya berantakan. Penampilannya benar-benar kacau, tapi herannya Reyga suka melihat itu. Wanita itu sekacau ini karena mengkhawatirkan dirinya, peduli padanya. Gimana Reyga tidak terharu? Semua ini artinya Kalla masih sayang padanya kan? Dengan tangannya, Reyga mengusap pipi Kalla yang basah, sudut mata, bahkan hidungnya. Napas wanita itu masih tersengal-sengal, sesekali bahunya naik turun. Reyga merangkum wajah memerah itu. Lalu menyisir rambut Kalla yang berantakan dengan jemari tangannya, mengumpulkan setiap helaian secara hati-hati. “Udah ya, jangan nangis lagi,” katanya sambil terus tersenyum. Demi apapun Reyga tidak bisa menahan senyumnya melihat wanita itu begini karena dirinya. Kalla mendorong Reyga ketika lelaki itu hendak memeluknya. “Kamu gila, kamu juga membuatku seperti orang gila.” Dipukulnya dada lelaki itu dengan kesal. Lalu tangisnya kembali pecah. Reyga menahan tangan kecil yang
Baca selengkapnya