“You’re sure?” “Definitely yeah.” Reyga tersenyum kecil, sementara perempuan yang duduk bersebrangan dengannya masih belum terlihat puas. Bibir merahnya mencebik. “That's a pity.” Perempuan itu mendesah. Di saat yang sama pintu ganda ruangan diketuk, lalu tak lama sosok Cade muncul. Mata wanita itu sontak melebar. “Who’s he?” Cade mendekat, melempar senyum manis sebelum menyapa tamu Reyga. Agak bingung juga karena sang kakak menyuruhnya cepat datang ke ruangannya. Reyga berdiri, mengancing jas, lalu memperkenalkan adiknya. “Ceci, he’s Cade, my younger brother.” “Oh.” Wanita cantik bermata sipit itu lantas berdiri, melempar senyum pada Cade dan mengulurkan tangan. “Hello, I’m Cecilia Wu, just call me Ceci. Nice to meet you.” Meskipun ragu Cade tetap membalas uluran tangan wanita dengan riasan berani itu. Dia bisa menaksir usia perempuan itu kalau tidak seumuran dengan Reyga berarti di atasnya. Aura dewasa menggeloranya sangat terpancar. Dan Cade menyukai itu. “Jadi, apa y
Baca selengkapnya