“Aku boleh duduk di sini ya, Dik?” Kael melirik skeptis dan secara refleks menggeser posisi saat tiba-tiba saja seorang cewek duduk di kursi panjang yang dia tempati. Kursi itu memang muat sampai empat orang, tapi Kael tidak suka berbagi sama orang asing. Cewek yang mungkin berusia dua puluhan itu meminta izin padanya, tapi langsung duduk sebelum mendapat izinnya. Benar-benar mengganggu. Kael berusaha mengabaikan dengan tetap memakan roti es krimnya, tanpa menawari. “Kamu makan apa, Dik? Kayaknya enak.” Dahi Kael mengerut. Ujung matanya melirik kesal, sebelum beringsut duduk menyerong, menghindari cewek itu. Cewek itu tertawa melihat reaksinya. “Tenang, aku nggak bakal minta kok. Nih, aku punya sesuatu yang lebih enak dari punya kamu.” Dia mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik yang dia bawa. Makanan berbentuk panjang dan lonjong, keluar dari kertas pembungkus. “Ini namanya chicken roll. Lebih enak dari roti es krim punya kamu. Kamu mau?” Kael mendengus, tampak malas m
Read more