“Aku makan kue ini aja, boleh?” tanya Lior sambil menyentuh boks mika berisi kue dari Rere. Wajahnya nyengir. Dia sudah mencicipi kue buatannya sendiri dan saudara kembarnya. Itu sama sekali tidak enak. Rasanya bisa merusak mood. Dua kembar itu merasa bersalah banget sudah membuat mama dan papanya makan. “Boleh, dong.” Boks mika itu dibuka Kael, lalu dipotong Kalla dengan pisau yang sudah disediakan. “Maafin kami, ya, Ma. Gagal bikin kejutan buat mama papa,” ucap Kaia malu-malu, tapi merasa bersalah juga. “Kenapa minta maaf? Kalian udah berusaha banget. Mama bangga sama usaha kalian, ya meskipun hasilnya kurang memuaskan.” Satu per satu paper plate terisi dengan kue yang sudah dipotong. Rere membuat black forest sebagai hadiah anniversary Kalla dan Reyga. Dan berada dalam satu meja yang sama, mereka menikmati kue itu. “Mmm, ini sih rasanya sekelas bakery ternama, iya, nggak sih, Pa?” Kalla memejamkan mata saat merasakan kelezatan di lidah. Reyga mengamini. “Kamu beli di mana,
Read more