แชร์

Chapter 20

ผู้เขียน: Iamyourhappy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-22 18:02:44

Serena memiringkan kepalanya dan otaknya berpikir keras menerjemahkan ucapan Martin. “Kau tidak suka?”

Bukannya menjawab, Martin tersenyum sebentar sebelum tangannya terangkat dan menyentil kecil dahi Serena.

“Akh!” Serena reflek mengusap dahinya. Kemudian berdecak sebal, namun justru Martin meminum dengan santai.

“Aku baik-baik saja,” jawab Martin akhirnya.

Jawaban singkat itu tidak akan mampu membuat Serena mengerti. Tetapi, Serena tidak ingin membuang waktu untuk meminta penjelasan dari Mart
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 278

    Anniversary yang diinginkan Serena adalah makan dengan teman terdekat. Dan hari ini Martin mewujudkannya, memberikan nuansa hangat sebagai perayaan ulang tahun pernikahan mereka. Halaman taman belakang disulap dengan begitu cantik. Meja panjang dilapisi oleh taplak berwarna putih. Lalu sisi kanan dan kirinya terdapat kursi yang digunakan untuk duduk pada tamu. “Cheers untuk Serena dan Martin!” teriak Bela mengangkat gelas yang berisi anggur. Semua orang tertawa dan akhirnya mengangkat gelasnya. Lalu disusul oleh bunyi gelas yang berdenting. Bela menoleh ketika suaminya mengusap pinggangnya pelan. “Kamu bersemangat karena ingin minum bukan?” “Tentu saja.” Bela mengangguk. “Meski Serena bilang hanya makan-makan, tapi sesungguhnya ini pesta.” Menatap sahabatnya sebentar. Sedangkan Serena hanya menggeleng pelan. “Kamu yang menjaga anak-anak,” ucap Bela. “Jangan minum alkohol setetes pun.” Jason meneguk ludahnya mendengar larangan dari istrinya. Tapi ia mengangguk setuju. Bagaimana

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 277

    “Isaac,” lirih Ava menatap seorang pria yang berada di hadapannya sedang mengulurkan tangan.Isaac tersenyum tipis dengan tangan yang masih terulur ingin membantu Ava.Tidak sengaja lewat dan melihat seseorang yang menjadi pusat perhatian. Dan anehnya meski tidak pernah bertemu, ia masih mengingat dengan jelas bagaimana wajah perempuan yang membuatnya berantakan 5 tahun yang lalu.Isaac menunduk. “Ayo aku bantu.”Ava mengusap pipinya kemudian menerima uluran tangan Isaac. “Aku bisa pulang sendiri.”“Terima kasih.” Ava baru saja ingin berjalan, tapi langkahnya hampir tersandung lagi.Untungnya ada Isaac yang menangkapnya dengan cepat. Isaac merengkuh pinggang Ava untuk membantu. “Hati-hati.”“Aku akan mengantarmu.” Isaac akhirnya membantu Ava untuk masuk ke dalam mobil.Dan ketika berada di dalam mobil, kecanggungan pun terjadi.Ava membuang wajah ke samping, lalu kedua tangannya bersindekap. Sesekali menghembuskan napas kasar.Isaac menoleh ke samping, kemudian menghela napas pelan. “

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 276

    Seorang perempuan tengah mengusap rambutnya kasar keluar dari sebuah rumah besar.Berjalan sendiri dan terburu-buru, namun ada satu pria yang mengejarnya.“Ava tunggu!” Arjuna berlari lalu menangkap tangan Ava. “Tunggu, sebentar.”Ava melepaskan tangan Arjuna. “Aku sudah berusaha membuat orang tuamu senang, tapi mereka tetap tidak merestui kita. Aku tahu aku bukan dari keluarga baik-baik seperti yang orang tuamu inginkan, tapi mereka tidak berhak menghina ibuku yang sedang berjuang di rumah sakit.”“Maafkan aku. Kita nikah lari saja oke?” Arjuna menyentuh kedua bahu kekasihnya.Satu tahun mereka menjalin hubungan asmara. Tetapi, selama setahun itu pula hubungan mereka ditentang oleh keluarga Arjuna.Ava tahu backround keluarganya yang membuat orang tua Arjuna enggan memberi restu.Tapi, ia berusaha memenangkan hati orang tua Arjuna dengan membelikan beberapa barang untuk ibu Arjuna setiap kali dirinya gajian, membawa banyak makanan setiap kali datang ke rumah orang tua Arjuna dan diri

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 275

    Dua anak yang sedang kejar-kejaran itu membuat kedua orang tuanya pusing.Anak kembar yang sedang berlarian itu sedang berebut mainan, tidak ada yang mau mengalah meski mereka saudara. Dan meski masing-masing mereka sudah mendapatkan mainan yang sama.Bela berkacak pinggang. “Berhenti!” ucapnya seperti seorang komando barisan di upara bendera.Dua anak itu akhirnya berhenti, lalu berbaris seperti layaknya barisan.“Jangan bertengkar, mainan kalian sama,” ucap Bela begitu lelah. Kemudian berkacak pinggang dan mengambil sapu panjang yang berada di sampingnya.“Mau ini?” tanyanya.“Tidak,” balas mereka serempak.Tapi itu hanya terjdi beberapa menit setelahnya, mereka sempat kembali bermain dengan tertib tapi setelah itu kembali bertengkar lagi.Bela menggigit bibir bawahnya, kemudian ikut berlari mengejar anaknya sembari membawa sapu panjang.“Mana yang nakal? Sini Mama cambuk!” Bela menggila. Ikut berlarian mengejar dua anaknya yang kini ketakutan dengan sapu panjang.“AAAA MAMA!”“MAMA

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 274

    Mathias berpura-pura tidak mendengar pertanyaan orang tuanya. Ia sibuk memeluk bola dengan pipi yang sudah merah.Persis seperti Serena ketika tersipu.“Sepertinya aku tahu,” ucap Martin tersenyum sembari memandang istrinya.Lalu menatap putranya melalui spion kaca. “Anak baru ‘kan? Dia bilang kamu tampan.”Mathias mendongak dan menatap ayahnya melalui kacanya. Wajahnya tidak bisa berbohong jika ucapan ayahnya memang benar.“Ada murid baru?” tanya Serena menoleh ke belakang. “Sungguh? Seperti apa dia?”Mathias menatap Serena dengan ragu. Kemudian tersenyum. “Dia cantik,” ucapnya sangat pelan, seperti seseorang yang begitu gengsi untuk memuji lawan jenis.Serena tertawa, kemudian menatap lurus ke depan.Martin melirik istrinya lalu menyenggol lengan istrinya pelan.Mereka sama-sama terkejut karena sudah ditahap putra mereka tahu mana yang cantik.“Bertemanlah dengan dia,” ucap Serena menahan senyumnya.Mathias mengangguk pelan, kemudian melompat turun dan mendekati bangku orang tuanya.

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 273

    5 tahun berlalu.“Hai boy!” Martin menyambut putranya yang baru saja keluar dari sekolah.Mathias berlari kecil ke arah ayahnya yang menjemputnya. Dengan senyum sumringah dan tubuh yang begitu ringan, Mathias langsung melompat masuk ke dalam mobil.Martin menatap bola yang dilempar Mathias ke belakang. “Habis main bola?”“Iya,” jawab Mathias kemudian mengulurkan tangannya dan menunjukkan lima jarinya.“Tos!” Martin bertos ria dengan putranya.Ia tidak tahu kenapa Mathias begitu suka dengan sepak bola. Setiap hari selalu membawa bola sendiri ke sekolah. Lalu di bawa pulang dan keesokan harinya di bawa lagi.Saat ditanya kenapa tidak ditinggal di sekolah saja, katanya tidak mau takut bolanya hilang.Yasudah, Martin tidak masalah selagi putranya bisa sekolah dengan baik dan semangat.“Kita jemput Mommy dulu,” ucap Martin menyetir dengan pelan. tidak seperti biasanya, karena sekarang ia menyetir sendiri.“Bagaimana dengan sekolahmu tadi? Ada yang menyenangkan?” tanya Martin.Mathias duduk

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 195

    “Kenapa kau di sini?” tanya Gideon mendekati Serena. “Kau sakit?”Serena mengangguk pelan. “Hanya sakit kepala.”Gideon menatap lorong dimana Serena keluar, kemudian mengernyit dan tidak laam mengangguk mengerti.“Lalu kak Gideon kenapa di sini?” tanya Serena.“Aku memutuskan untuk periksa kondisi

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 193

    Serena tidak mengerti kenapa Martin seolah mengabaikan pesannya, padahal pria itu sendiri yang bilang akan segera mengurus perceraian mereka. Dan hari ini serena sudah memutuskan untuk mengirim surat gugatan perceraian sendiri. Bukan hal sulit karena dirinya mengurus banyak perceraian orang lain.

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 192

    Martin bukannya tidak ingin menghalangi Serena pergi. Tetapi menurutnya kesalahan Serena benar-benar fatal.Serena menyukai pria lain di saat masih bersamanya.“Aku tidak sedang membohongi diriku, aku juga tidak ingin bercerai tapi Serena memilih pria lain,” balas Martin menatap Jason yang memunggu

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 191

    Sebenarnya menghabiskan waktu diluar adalah hal yang cukup menyenangkan karena cukup menghibur di kala kesibukan.Tetapi Martin merasa kegiatan di luar rumah membuatnya tidak lagi merasa lebih baik.“Kenapa wajahmu murung sekali?” keluh Alvin yang melihat Martin sama sekali tidak berminat bermain g

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status