"Urusanmu adalah urusanku selama kamu masih berada di bawah atap ini, Anya," desis Bagas. Suaranya yang rendah justru terasa lebih mengancam daripada teriakan kemarahan Gusti."Paman lupa? Aku punya suami. Jika ada yang berhak mengatur jam pulangku, itu Mas Gusti, bukan Paman!" ucap Anya. Menantang tatapan tajam Bagas meski jantungnya bertalu hebat.Bagas tertawa sinis. Ia maju satu langkah lagi. Memaksa Anya mundur hingga tumitnya membentur anak tangga pertama. "Suamimu sekarang tidak ada di sini," ujar Bagas, semakin berani mendekat.Anya segera menyentakkan tubuhnya, bergeser dari kuncian lengan Bagas dan berlari menaiki tangga. Ia masuk ke kamar dan menutup pintu dengan napas memburu. Tak lama, ponselnya berdering. Nama Mas Gusti muncul di layar."Halo, Mas?""Anya, Mas baru saja bicara dengan Mama. Papa mendadak harus ke Malaysia besok pagi untuk urusan kesehatan, jadi Mama terpaksa batal menginap di sana. Mas sudah minta tolong Mbak Reni, istri Pak Sopir, untuk menginap menema
Last Updated : 2026-04-23 Read more