"Ada apa lagi, Bi? Saya sedang pusing, besok pagi-pagi sekali saya harus berangkat ke Surabaya," sentak Gusti, suaranya rendah namun penuh penekanan yang mengancam."Anu, Tuan, Bibi baru saja mendapat kabar dari kampung. Si Mbok masuk rumah sakit di Surabaya. Kondisinya kritis, Tuan. Bibi mohon izin untuk pulang kampung malam ini juga." Bi Sarmi menunduk dalam, meremas ujung celemeknya dengan tangan yang gemetar hebat. Menunggu jawab Tuannya.Suasana di ruang tamu seketika membeku. Gusti terdiam mematung, matanya membelalak menatap asisten rumah tangga seniornya itu. Bukannya rasa empati yang muncul, wajah Gusti justru memerah padam karena amarah yang tertahan."Pulang ke Surabya?!" suara Gusti meninggi, membuat Anya yang mengintip dari balik pilar lantai dua tersentak. "Besok saya berangkat ke Surabaya untuk urusan kantor! Kalau bibi pergi sekarang, siapa yang menjaga Anya? Dia baru saja keluar dari rumah sakit, masih lemas!""Mohon maaf, Tuan, tapi ini Ibu kandung Bibi," isak Bi Sar
Last Updated : 2026-03-27 Read more