Embusan napas pria itu terasa panas di kulit leher Anya, membuat bulu kuduknya berdiri. Tubuh Anya menegang hebat, namun ia tidak berontak. Di kegelapan yang diciptakan oleh telapak tangan itu, imajinasinya tentang film tadi mendadak menjadi nyata.Tiba-tiba, Bagas merogoh saku jas yang dikenakan Anya dan mengeluarkan sehelai kain warna hitam. Dengan gerakan yang sangat tenang namun pasti, Bagas melilitkan kain itu di kepala Anya, menggantikan telapak tangannya untuk menutup mata wanita itu sepenuhnya. Ia mengikatnya dengan lembut di bagian belakang, memastikan Anya tidak bisa melihat apa pun.Kini, kegelapan itu menjadi sebuah kenyataan. Anya merasa tertantang, pasrah, dan berada sepenuhnya dalam kekuasaan pria di belakangnya. Bagas tetap berada di posisi semula, ia mulai mencumbu Anya dari belakang, mendaratkan kecupan-kecupan panas di lekuk leher dan bahu Anya yang tertutup jas.Anya melenguh rendah, jemarinya meremas kain kemeja Bagas mencari pegangan. Bagas kemudian meraih tangan
Last Updated : 2026-02-25 Read more