Anya merapikan blazernya di depan cermin. Matanya yang sembab ia tutupi dengan polesan concealer tebal. Ia menarik napas panjang, lalu melangkah turun. Di ruang makan, Mama Anggun sudah menyesap teh, sementara Bagas duduk di hadapannya sambil menatap tablet. Suasana sunyi karena asisten rumah tangga sedang pulang kampung."Pagi, Ma," sapa Anya singkat sambil mencium tangan ibu mertuanya."Pagi, Anya. Kok sudah rapi sekali?" tanya Mama Anggun heran. "Ayo sarapan dulu. Mama cuma buat roti panggang karena ART lagi nggak ada."Anya melirik Bagas sekilas. Pria itu mengangkat wajah, menatap Anya dengan intens. "Pagi, Anya," sapa Bagas dengan suara berat."Maaf, Ma, Anya nggak bisa sarapan. Anya berangkat sekarang supaya nggak kena macet," jawab Anya dingin tanpa menoleh pada Bagas."Bahkan sepotong roti pun nggak sempat?" Mama Anggun menyodorkan piring."Nggak sempat, Ma. Anya pamit." Anya segera berbalik dan berjalan cepat menuju pintu depan.***Tiba di gedung perkantoran, Anya langsung m
Last Updated : 2026-04-14 Read more