Anya meminta Bagas menghentikannya di sebuah perempatan besar, beberapa kilometer sebelum kompleks perumahannya. Di bawah lampu jalan yang remang, ia keluar dari sedan mewah itu dengan perasaan yang berkecamuk. Ia merasa seperti seorang kriminal yang baru saja melarikan diri, namun ironisnya, ia justru sedang menuju rumahnya sendiri."Terima kasih, Paman," bisik Anya tanpa berani menoleh."Pulanglah, Anya. Pasang wajah istrimu yang paling tenang," sahut Bagas pendek. Sebuah seringai tipis muncul di wajahnya sebelum ia melesat pergi, meninggalkan kepulan asap tipis yang segera hilang ditelan kegelapan malam.Anya segera menyetop taksi dan bergegas pulang. Begitu sampai di rumah, ia langsung menuju dapur tanpa melepaskan tasnya terlebih dahulu. Dengan gerakan cepat yang dipaksakan, ia membantu Bi Sarmi menyiapkan makan malam. Ia memotong cabai dan menata piring dengan ritme yang terburu-buru, mencoba menciptakan alibi seolah-olah ia sudah berada di dapur sejak sore tadi.Tak lama kemudi
Last Updated : 2026-02-17 Read more