Baskara memutar kunci dan membuka pintu sedikit, hanya seukuran kepalanya saja. Ia sengaja mengacak-acak rambutnya dan membiarkan kancing kemejanya terbuka dua di atas, memberikan kesan lelah."Iya, Pak. Maaf ... saya tadi ketiduran di jok depan saat nunggu mesin dingin. Lampunya mati sendiri, mungkin bohlamnya sudah tua dan putus," jawab Baskara sembari mengucek matanya, berakting sealami mungkin.Pak Jono menatap Baskara, lalu melirik Mbok Ijah yang berdiri dengan wajah curiga di sampingnya. "Tuh, kan, Mbok? Dia ketiduran."Mbok Ijah tidak lantas percaya. Ia mencoba melongok ke balik bahu Baskara, mencoba menembus kegelapan di dalam garasi. "Ketiduran kok sampai pintunya dikunci dari dalam, Bas? Memangnya takut diculik?"Baskara tersenyum tipis, senyuman yang sengaja dibuat sedikit pongah untuk menutupi kegugupannya. "Bukan takut diculik, Mbok. Tapi di Djakarta ini kan banyak maling. Tuan Broto sudah kasih tanggung jawab mobil ini pada saya. Kalau hilang, apa Mbok mau ganti?"Mbok I
Read more