Roda-roda Ford Consul itu melindas aspal jalanan Menteng yang mulus dengan suara desis yang menenangkan. Di dalam kabin mobil yang kedap, aroma parfum melati milik Lastri beradu dengan bau kulit jok yang mewah, menciptakan atmosfer yang intim sekaligus menyesakkan bagi Baskara.Melalui kaca spion tengah, Baskara sesekali mencuri pandang. Lastri duduk menyamping, membiarkan kebaya brokatnya yang ketat menonjolkan lekuk tubuhnya yang matang. Wanita ningrat itu tampak sangat menikmati pemandangan Djakarta tahun '55 di luar jendela, becak-becak yang mengayuh pelan dan barisan bangunan kolonial yang diterangi lampu gas."Bas," panggil Lastri lembut. Suaranya memecah keheningan yang sejak tadi terasa kaku."Iya, Nyonya?""Jangan terlalu tegang. Pegang kemudimu dengan santai, seperti kau memegang ... ah, lupakan," Lastri terkekeh kecil, sebuah tawa yang terdengar renyah dan nakal. "Kau tahu, hari-hariku di rumah besar itu biasanya terasa seperti di dalam penjara emas. Tapi entah kenapa, sem
Read more